Association of Breastmilk Storage Duration with Growth and Colonies Count of Lactic Acid Bacteria (LAB)
DOI:
https://doi.org/10.36929/jpk.v8i2.164Abstract
Perubahan tatanan sosial membuat wanita banyak yang bekerja, penyimpanan ASI tidak dapat dihindarkan bila ibu tetap memberikan ASI. Penyimpanan ASI untuk jangka waktu yang cukup lama, kemungkinan dapat terkontaminasi bakteri dan pertumbuhan bakteri patogen, sehingga membuat ASI tidak aman untuk di konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran jumlah total koloni Bakteri Asam Laktat (BAL) berdasarkan lama penyimpanan ASI perah pada suhu ruangan 30oC, pada refrigerator dan freezer. Desain penelitian adalah eksperiment, data disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian adalah 8 orang ibu yang dapat memberikan ASI nya sebanyak 50 ml di Tempat Penitipan Anak (TPA) Kota Pekanbaru. Penyimpanan dan pemeriksaan total koloni BAL dilakukan pada Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Oktober 2018. Setiap ASI akan dibagi menjadi 10 bagian yaitu sebanyak 5 ml. ASI akan dikelompokkan menjadi 10 bagian terdiri dari 8 ASI, 1 bagian menjadi kelompok kontrol yang langsung di dihitung jumlah koloni BAL nya. Bagian ASI yang lain menjadi kelompok perlakuan, yang terdiri dari 5 bagian ASIP di simpan pada suhu ruangan 30oC selama 2 jam sampai dengan 6 jam. Kelompok berikutnya disimpan di refrigerator (4oC) selama 5 hari, 7 hari dan freezer (-15oC) selama 14 hari dan 16 hari. Hasil pemeriksaan jumlah koloni BAL pada kelompok kontrol rata-rata 1593,7x106, dan mengalami penurunan pesat sampai dengan 2 jam penyimpanan disuhu ruangan yaitu 347,5x106. Batas minimum jumlah BAL yang layak dikonsumsi setelah disimpan selama 4 jam, yaitu dengan hasil rata-rata BAL 11,25x106. Pada penyimpanan di refrigerator maksimal waktu penyimpanan sampai dengan 5 hari dengan jumlah BAL yaitu 1,125x106. Penyimpanan pada freezer lebih lama yaitu 16 hari dengan jumlah BAL 2,37x106. Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah koloni BAL pada setiap kelompok perlakuan penyimpanan ASI pada suhu ruangan dengan nilai p value = 0,000 berdasarkan uji Annova. Lama penyimpanan ASI akan menurunkan kadar koloni BAL dalam ASI.
References
Buletin Data dan Informasi Kesehatan Kemenkes RI, Semester I, Juli 2014.
BNN RI. (2009). Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Diambil dari http: kampungbenar.wordpress.com/pemicu-terjadinya-penyalahgunaan-narkoba/.Tanggal 10 April 2015
Nurdin, A.E (2011).Tumbuh Kembang Perilaku Manusia, Jakarta ; EGC
Nurdin, A.E (2011). Keluarga dan Penyalahguna Zat Psikoaktif Endemik Sumatera, Padang
Rustyawati. (2010), Beberapa Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Penyalahguna Narkoba pada Penderita yang Dirawat di Panti Rehabiitasi, Semarang
Sabri, L & Hastono, S.P. (2010) . Statistik Kesehatan. Jakarta; PT Raja Grafindo Persada.
Sartika, D (2010). Pengaruh Relapse Prevention Training Terhadap Kekambuhan dan Kepatuhan Klien Ketergantungan Heroin yang Menjalani Program Terapi Rumatan Metadon di DKI. Jakarta : FK UI
Shives (2005). Basic Concepts of Psychiatric-Mental Health Nursing. Lippincott: William & Wilkins
Stuart, G W & Laraia, M.T. (2005). Principles and Practice of Psychiatric Nursing, (7th ed), St. Lois : Mosby Year B
Stuart & Laraia (2005). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Louis : Mosby
Sugiono. (2011), Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung. Alfabeta
Tomb, DA. (2004). Buku Saku Psikiatri. Jakarta: EGC
Tomey, Mariner dan Alligood. (2006). Nursing Theorists and Their Work, Philadelphia : Mosby
Townsend, M.C (2005). Consepts of Care in Evidence – Based Practice, Philadelphia : F.A. Davis Company
Varcarolis, E.M & Halter, M.J. ( 2006). A Clinical Approach. New York.
Videbeck, S. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta.EGC
Videbeck, S.L., (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC







