PENYULUHAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI SMAN 12 KOTA PEKANBARU

Penulis

  • Fathunikmah Fathunikmah
    Poltekkes Kemenkes Riau
  • Ani Laila
    Poltekkes Kemenkes Riau

Abstrak

Abstrak

Kanker payudara merupakan salah satu neoplasma ganas yang paling umum dialami oleh wanita dan masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada kelompok ini. Penyakit ini memiliki progresivitas yang lambat namun bersifat kronis, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting dalam penanganannya (Siagian et al., 2024). Upaya yang dilakukan kementrian Kesehatan dengan mencanangkan program deteksi dini nasional untuk kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan penelitian, SADARI menurunkan peningkatan kasus kematian akibat kanker payudara hingga 20% namun yang melakukan masih sedikit yaitu sekitar 25-30% (Wijaya et al., 2024). Hal  ini menjadi dasar alasan dilakukan penyuluhan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara dengan 21 siswi SMAN 12 Kota Pekanbaru. Penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan materi SADARI dengan metode ceramah dan  diskusi. Setelah diberikan materi penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan SADARI. Hal ini terlihat dari hasil pengisian kuesioner pre-test dan post-test, di mana rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan.

 

 

532 Abstract Views
0 PDF Downloads

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-21

Cara Mengutip

PENYULUHAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI SMAN 12 KOTA PEKANBARU. (2025). EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan Di Masyarakat, 6(1), 9-12. https://jurnal.pkr.ac.id/index.php/EBIMA/article/view/1148

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama