Hubungan Indek Masa Tubuh (BMI) dan Siklus Menstruasi Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.36929/jia.v10i1.493Abstrak
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius terutama mempengaruhi anak-anak, remaja dan wanita hamil. Anemia 10 kali lebih mungkin terjadi pada remaja puteri dibandingkan dengan remaja laki-laki. Remaja puteri lebih beresiko dikarenakan setiap bulan remaja putri mengalami mentruasi dan dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, 6,41% remaja puteri di Provinsi Riau mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan siklus menstruasi terhadap kejadian anemia pada remaja puteri. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-April 2022. Populasi 105 orang remaja puteri di PPM Al-hidayah pada tahun 2022 dengan jumlah sampel 83 orang. Pengolahan data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) terhadap kejadian anemia pada remaja puteri, nilai uji chi square p=0,023 sehingga p value <0,05 maka H0 ditolak, dan tidak ada hubungan antara siklus menstruasi terhadap kejadian anemia pada remaja puteri, nilai uji chi square p= 0,329. Disarankan kepada pihak sekolah agar dapat memberikan penyuluhan tentang status gizi dikarenakan remaja puteri yang berstatus gizi normal maupun tidak normal berpotensi mengalami anemia,sehingga dapat memberikan penyuluhan tentang asupan pentingnya konsumsi protein hewani dan zat besi pada remaja.









