Faktor Yang Mempengaruhi Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan
DOI:
https://doi.org/10.36929/jpk.v14i2.945Kata Kunci:
Deteksi Dini, Resiko Tinggi, KehamilanAbstrak
Deteksi dini risiko tinggi kehamilan penting untuk mencegah komplikasi pada
ibu dan janin. Namun, masih rendahnya angka deteksi dini di beberapa
daerah menjadi tantangan, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan,
pengetahuan, dan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap deteksi dini risiko
kehamilan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-
sectional pada 103 ibu hamil di Puskesmas Tirto I, Kabupaten Pekalongan,
menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara
tingkat pengetahuan (p=0,001), pendidikan (p=0,021), dan kepemilikan
asuransi kesehatan (p=0,017) dengan deteksi dini risiko kehamilan.
Berdasarkan temuan tersebut, peningkatan edukasi kesehatan serta
kemudahan akses layanan perlu dioptimalkan oleh tenaga kesehatan untuk
meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam melakukan deteksi dini. Oleh karena
itu, disarankan agar tenaga kesehatan lebih proaktif dalam memberikan
edukasi yang berkelanjutan serta memperluas jangkauan layanan kesehatan,
sehingga ibu hamil memiliki pemahaman yang memadai dan akses yang lebih
baik dalam melakukan deteksi dini risiko kehamilan.
Referensi
[1] Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia Direktorat Gizi dan
Kesehatan Ibu dan Anak, “Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (Lakip) Direktorat Gizi Dan
Kesehatan Ibu Dan Anak Tahun
Anggaran 2022,” Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI, 2023.
[2] S. Suparni, A. Fatkhudin, and N.
Zuhana, “Efektivitas Sibumil (Aplikasi
Deteksi Risiko Kehamilan Mandiri)
Berbasis Android Di Kota
Pekalongan,” J. Litbang Kota
Pekalongan, vol. 21, no. 2, p. 7, 2021,
doi: 10.54911/litbang.v21i1.163.
[3] DinKes Kabupaten Pekalongan, “Profil
Kesehatan Kabupaten Pekalongan
Tahun 2022.” Pekalongan:DinKes
Kabupaten Pekalongan, p. 74, 2022,
[Online]. Available:
https://drive.google.com/file/d/17g
gp2vYJSWrpwima5-
s5xNC_wcRNLt5Q/view.
[4] S. Khadijah and Arneti, “Upaya
Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan
Ditentukan oleh Pengetahuan dan
Dukungan Tenaga Kesehatan,” J. Sehat
Mandiri, vol. 13, no. 1, pp. 27–34,
2018, [Online]. Available:
https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/
ojs/index.php/jsm/article/view/2/4.
[5] Kementerian Kesehatan RI, Buku
Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI, 2019.
[6] L. D. Prafitri, W. Ersila, and D. Nurseptiani,
“Risk Factors for Carpal Tunnel Syndrome
in Pregnant Women,” J. Kedokt. dan
Kesehat. Indones., vol. 13, no. 1, pp. 52–
59, 2022, doi:
10.20885/JKKI.Vol13.Iss1.art9.
[7] Kementrian Kesehatan, Profil Kesehatan
Indonesia 2023. Jakarta : Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2024.
[8] WHO, “World health statistics 2022:
monitoring health for the SDGs,
Sustainable Development Goals,” World
Health Organization, 2022. [Online].
Available:
https://iris.who.int/handle/10665/3565
84.
[9] L. D. Prafitri, S. Suparni, and G. Setianto,
“Pendampingan Ibu Hamil Dalam Upaya
Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan,” J.
Community Dev., vol. 5, no. 3, pp. 423–
433, 2025, [Online]. Available:
https://comdev.pubmedia.id/index.php/c
omdev/article/view/287.
[10] E. P. Handayani, M. Jannah, and A.
Rahmawati, “Efforts To Increase Pregnant
Women’S Knowledge About High-Risk
Pregnancy With Health Education,”
Pharmacol. Med. Reports Orthop. Illn.
Details, vol. 1, no. 4, pp. 14–21, 2023, doi:
10.55047/comorbid.v1i4.591.
[11] D. R. Nainggolan and R. M. Ujung,
“Peningkatan Pengetahuan dan Deteksi
Dini Tanda Bahaya Kehamilan di Wilayah
Kerja Puskesmas Sipahutar Kabupaten
Tapanuli Utara Tahun 2022,” J. Mitra
Prima, vol. 4, no. 2, 2022.
[12] Z. Al Somali, E. Bajamal, and O. Esheaba,
“The Effect of Structured The Effect of
Structured Antenatal Education on
Childbirth Self-Efficacy,” Cureus J., vol. 15,
no. 5, 2023, doi: 10.7759/cureus.39285.
[13] E. C. De Araujo, N. Pereira, E. J. S. Tilman,
A. C. Da C, A. N. Corte, and R. Araujo,
“Effect of Reproductive Health Education
on Pregnant Women ’ s Knowledge about
Normal Delivery,” J. Int. Multidiscriplinary
Res., vol. 2, no. 5, pp. 450–462, 2024.
Jurnal Proteksi Kesehatan
Vol.14, No.2, November 2025, pp. 64-73
ISSN 2715-1115 (Online), ISSN 2302 – 8610 (Print)
Lia Dwi Prafitri and L02Prafitri@gmail.com 73
[14] S. Kamble et al., “Access, timeliness and
retention for HIV testing under early
infant diagnosis (EID) program, India,”
Sci. Rep., vol. 13, no. 1, pp. 1–11,
2023, doi: 10.1038/s41598-023-
32056-y.
[15] S. M. Alharbi et al., “Strategies to
improve the early detection and
management of ectopic pregnancies in
primary care,” Int. J. Community Med.
Public Heal., vol. 10, no. 7, pp. 2599–
2603, 2023, doi: 10.18203/2394-
6040.ijcmph20231772.
[16] B. P and S. Somashekar, “A Study on
Health Awareness During Pregnancy
with Special Reference to
Chamarajanagara District,” Int. J. Soc.
Heal., vol. 2, no. 6, pp. 391–396,
2023, doi: 10.58860/ijsh.v2i6.64.
[17] Fitriani, Sukri, S. Efendi, and N.
Sriyanah, “Early Detection of
Hypertension Symptoms in Pregnancy,”
Int. J. Community Serv., vol. 1, no. 2, pp.
142–147, 2022, doi:
10.55299/ijcs.v1i2.174.
[18] D. Feyisa, “Toward Universal Health
Coverage : The Role of Health Insurance,”
in Health Insurance, London: IntechOpen,
2022, pp. 1–14.
[19] H. A. Hamzah et al., “The Impact of Health
Insurance on Maternal Health Care in
Indonesia: A Systematic Review,” Research
Square, 2023.
https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-
2855451/v1.
[20] N. F. Imamah, N. Ekadinata, G. Prayogo,
and B. A. Pramesona, “Employment,
Income, Health Insurance, Accessibility to
Healthcare Facility, Age, and Prenatal
Anxiety in Indonesia,” J. Aisyah J. Ilmu
Kesehat., vol. 8, no. 2, pp. 879–886, 2023,
doi: 10.30604/jika.v8i2.2046.
[21] X. Tao, Y. Zeng, S. Wang, J. Zheng, B. Ye,
and Y. Zheng, “Research on the impact of
medical and old-age security on the
utilization of medical services for the
disabled elderly,” Research Square, 2023.









