PELATIHAN EDUKASIONAL TENTANG PEMANFAATAN BIJI CHIA SEBAGAI NUTRISI TAMBAHAN UNTUK IBU HAMIL KEPADA KADER DESA TUAH NEGERI
DOI:
https://doi.org/10.36929/ebima.v3i1.480Abstrak
Prevalensi balita stunting (pendek) mengalami peningkatan dari tahun 2017 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada tahun. Stunting terjadi mulai dari pra-konsepsi calon ibu yang kurang gizi dan anemia, menjadi parah ketika hamil dengan asupan gizi yang tidak mencukupi kebutuhan.Penggunaan biji chia sebagai bahan pangan dilaporkan aman karena tidak memiliki efek samping atau alergenitas.Dengan demikian, biji chia dan produk turunannya merupakan sumber yang menjanjikan untuk dikembangkan. Biji chia mengandung asam lemak omega 3 (asam a-linolenat) sebesar 17,83%serta menjadi sumber serat pangan, protein dengan nilai biologis tinggi, maupun antioksidan. Selain mengandung asam lemak esensial, biji chia juga dilaporkan mengandung senyawa fenolik.Senyawa fenolik ini merupakan komponen bioaktif yang berkontribusi pada manfaat kesehatan biji chia.Namun pada pengabmas kali ini, bukanlah untuk melihat kemanfaatan biji chia sebagai antiobesitas dan lain-lain yang merujuk kepada banyaknya penelitian lainnya tentang kandungan kimia biji Chia yang membuat ketertarikan kami untuk melihat efek yang berbeda yang mungkin bisa dimanfaatkan dari biji Chia, yaitu memberikan pengaruh yang berarti terhadap pertumbuhan fetus. Informasi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga solusi yang ditawarkan yaitu mengedukasi masayarakat kader Desa Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru untuk memanfaatkan biji chia ini sebagai nutrisi tambahan untuk ibu hamil.
Kata kunci: biji chia, fetus, PMT
1.png)






