Kajian Kepatuhan Terapi dan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Pasien DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD HA Thalib Kota Sungai Penuh
Kata Kunci:
Ibu Hamil KEK, MT Lokal, Berat BadanAbstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan tatalaksana dalam jangka waktu panjang. Kepatuhan menjadi faktor penentu keberhasilan terapi karena berdampak pada Health Related Quality of Life (HRQoL). Tujuan penelitian ini mengkaji kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien DM tipe II, hubungannya dengan faktor sosiodemografi dan klinis, serta hubungan antar keduanya. Metode penelitian ini cross sectional, dilakukan selama bulan Juni 2024 dengan sampel 144 responden di Poli Penyakit Dalam RSUD HA Thalib Kota Sungai Penuh. Menggunakan kuesinoer MARS-5 untuk tingkat kepatuhan terapi dan DqoL untuk kualitas hidup pasien. Hasil menunjukan tidak terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis dengan tingkat kepatuhan terapi, namun terdapat hubungan antara pekerjaan, penyakit penyerta dan komplikasi terhadap kualitas hidup. Analisis hubungan tingkat kepatuhan terapi dengan kualitas hidup menggunakan uji chi square menunjukan adanya hubungan yang signifikan dengan p-value 0,001. Dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan kepatuhan terapi pasien dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II.
Referensi
[1] A. Melinda, Nadimin, Sukmawati, and A. Ipa, “Nutritional intake and body weight of pregnant women with chronic energy deficiency during the nutrition counseling program and supplementary feeding,” Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, vol. 15, no. 2, pp. 183–191, 2023.
[2] D. Heryunanto, S. Putri, R. Izzah, Y. Ariyani, and C. K. Herbawani, “Gambaran kondisi kekurangan energi kronis pada ibu hamil di Indonesia, actor penyebabnya, serta dampaknya,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 1792–1805, 2022, doi: 10.31004/prepotif.v6i2.4627.
[3] Y. I. Jayadi, Syarfaini, D. I. Ansyar, and D. A. Sayyidinna, “Evaluasi program pemberian makanan tambahan (PMT) anak balita pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Kabupaten Gowa,” Al Gizza: Public Health Nutrition Journal, vol. 15, no. 2, pp. 105–117, 2020, doi: 10.33860/jik.v15i2.465.
[4] G. Mangalik, R. T. Koritelu, M. W. Amah, R. Junezar, O. P. I. Kbarek, and R. Widi, “Supplementary feeding program: A case study of pregnant women with chronic lack of energy at Puskesmas Cebongan Salatiga,” Journal of Nursing and Midwifery, vol. 10, no. 1, p. 111, 2019.
[5] D. Rahmawati, T. Sudiarti, and Y. P. Fitri, “Analisis hasil pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di pos gizi pada balita underweight di Kota Tangerang,” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 11, pp. 2279–2287, 2023.
[6] Marpuah, T. Farida, E. Afrika, and M. Romadhon, “Hubungan riwayat abortus, usia kehamilan, dan kunjungan ANC dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Batu,” vol. 15, no. 4, pp. 184–191, 2023.
[7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi. Jakarta: Kemenkes RI, 2016.
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita Bermasalah Gizi. Jakarta: Kemenkes RI, 2018.
[9] Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil. Jakarta: Kemenkes RI, 2017.
[10] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2023.
[11] World Health Organization, Report of a WHO Technical Consultation on Birth Spacing. Geneva: WHO, 2005.
[12] World Health Organization, Global Nutrition Monitoring Framework: Operational Guidance for Tracking Progress in Meeting Targets for 2025. Geneva: WHO, 2017.
[13] S. Ratna Ningsih, “Hubungan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Yogyakarta,” Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, vol. 18, no. 2, pp. 88–95, 2021.
[14] Badan Pusat Statistik, Statistik Indonesia 2024. Jakarta: BPS, 2024.
[15] D. Heryunanto, S. Putri, R. Izzah, Y. Ariyani, and C. K. Herbawani, “Gambaran kondisi kekurangan energi kronis pada ibu hamil di Indonesia, faktor penyebabnya, serta dampaknya,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 1792–1805, 2022.
[16] Marpuah, T. Farida, E. Afrika, and M. Romadhon, “Hubungan riwayat abortus, usia kehamilan, dan kunjungan ANC dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Batu,” vol. 15, no. 4, pp. 184–191, 2023.
[17] Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Petunjuk Teknis Pendidikan Gizi dalam Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita. Jakarta: Kemenkes RI, 2018.
[18] D. Rahmawati, T. Sudiarti, and Y. P. Fitri, “Analisis hasil pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di pos gizi pada balita underweight di Kota Tangerang,” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 11, pp. 2279–2287, 2023.
[19] M. Musaddik, L. A. R. Putri, and H. M. Ihsan, “Hubungan sosial ekonomi dan pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Nambo Kota Kendari,” Jurnal Gizi Ilmiah, vol. 9, no. 2, pp. 19–26, 2022.
[20] N. Astria, P. P. Sari, and I. D. P. Sari, “Pengaruh pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dan edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang,” Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, vol. 7, no. 1, pp. 211–214, 2024.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PROTEKSI KESEHATAN

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









